Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Kong Hu Cu

Sejarah Kong Hu Cu

Lahir sekitar tahun 551 SM di kota kecil Lu, kini masuk wilayah propinsi Shantung di timur laut daratan Cina. Dalam usia muda ditinggal mati ayah, membuatnya hidup sengsara di samping ibunya.
Waktu berangkat dewasa dia jadi pegawai negeri kelas teri tapi sesudah selang beberapa tahun dia memutuskan mendingan copot diri saja. Sepanjang enam belas tahun berikutnya Kong Hu-Cu jadi guru, sedikit demi sedikit mencari pengaruh dan pengikut anutan filosofinya. Menginjak umur lima puluh tahun bintangnya mulai bersinar karena dia dapat kedudukan tinggi di pemerintahan kota Lu.
Sang nasib baik rupanya tidak selamanya ramah karena orang-orang yang dengki dengan ulah ini dan ulah itu menyeretnya ke pengadilan sehingga bukan saja berhasil mencopotnya dari kursi jabatan tapi juga membuatnya meninggalkan kota. Tak kurang dari tiga belas tahun lamanya Kong Hu-Cu berkelana ke mana kaki melangkah, jadi guru keliling, baru pulang kerumah asal lima tahun sebelum wafatnya tahun 479 SM.
Kong Hu-Cu kerap dianggap selaku pendiri sebuah agama; anggapan ini tentu saja meleset. Dia jarang sekali mengkaitkan ajarannya dengan keTuhanan, menolak perbincangan alam akhirat, dan mengelak tegas setiap omongan yang berhubungan dengan soal-soal metaflsika. Dia -tak lebih dan tak kurang- seorang filosof sekuler, cuma berurusan dengan masalah-masalah moral politik dan pribadi serta tingkah laku akhlak.
Ada dua nilai yang teramat penting, kata Kong Hu-Cu, yaitu “Yen” dan “Li:” “Yen” sering diterjemahkan dengan kata “Cinta,” tapi sebetulnya lebih kena diartikan “Keramah-tamahan dalam hubungan dengan seseorang.” “Li” dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun.
Pemujaan terhadap leluhur, dasar bin dasarnya kepercayaan orang Cina bahkan sebelum lahirnya Kong Hu-Cu, lebih diteguhkan lagi dengan titik berat kesetiaan kepada sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua. Ajaran Kong Hu-Cu juga menggaris bawahi arti penting kemestian seorang istri menaruh hormat dan taat kepada suami serta kemestian serupa dari seorang warga kepada pemerintahannya. Ini agak berbeda dengan cerita-cerita rakyat Cina yang senantiasa menentang tiap bentuk tirani. Kong Hu-Cu yakin, adanya negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan terputar balik. Tak jemu-jemunya Kong Hu-Cu menekankan bahwa penguasa mesti memerintah pertama-tama berlandaskan beri contoh teladan yang moralis dan bukannya lewat main keras dan kemplang. Dan salah satu hukum ajarannya sedikit mirip dengan “Golden Rule” nya Nasrani yang berbunyi “Apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat terhadap dirimu, jangan lakukan.”
Pokok pandangan utama Kong Hu-Cu dasarnya teramat konservatif. Menurut hematnya, jaman keemasan sudah lampau, dan dia menghimbau baik penguasa maupun rakyat supaya kembali asal, berpegang pada ukuran moral yang genah, tidak ngelantur. Kenyataan yang ada bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Keinginan Kong Hu-Cu agar cara memerintah bukan main bentak, melainkan lewat tunjukkan suri teladan yang baik tidak begitu lancar pada awal-awal jamannya. Karena itu, Kong Hu-Cu lebih mendekati seorang pembaharu, seorang inovator ketimbang apa yang sesungguhnya jadi idamannya.
Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.
Berbetulan dengan munculnya dinasti Ch’in tahun 221 SM, mengalami masa yang amat suram. Kaisar Shih Huang Ti, kaisar pertama dinasti Ch’ing bertekat bulat membabat habis penganut Kong Hu-Cu dan memenggal mata rantai yang menghubungi masa lampau. Dikeluarkannya perintah harian menggencet lumat ajaran-ajaran Kong Hu-Cu dan menggerakkan baik spion maupun tukang pukul dan pengacau profesional untuk melakukan penggeledahan besar-besaran, merampas semua buku yang memuat ajaran Kong Hu-Cu dan dicemplungkan ke dalam api unggun sampai hancur jadi abu. Kebejatan berencana ini rupanya tidak juga mempan. Tatkala dinasti Ch’ing mendekati saat ambruknya, penganut-penganut Kong Hu-Cu bangkit kembali bara semangatnya dan mengobarkan lagi doktrin Kong Hu-Cu. Di masa dinasti berikutnya (dinasti Han tahun 206 SM - 220 M). Confucianisme menjadi filsafat resmi negara Cina.
Mulai dari masa dinasti Han, kaisar-kaisar Cina setingkat demi setingkat mengembangkan sistem seleksi bagi mereka yang ingin jadi pegawai negeri dengan jalan menempuh ujian agar yang jadi pegawai negeri jangan orang serampangan melainkan punya standar kualitas baik ketrampilan maupun moralnya. Lama-lama seleksi makin terarah dan berbobot: mencantumkan mata ujian filosofi dasar Kong Hu-Cu. Berhubung jadi pegawal negeri itu merupakan jenjang tangga menuju kesejahteraan material dan keterangkatan status sosial, harap dimaklumi apabila di antara para peminat terjadi pertarungan sengit berebut tempat. Akibat berikutnya, ber generasi-generasi pentolan-pentolan intelektual Cina dalam jumlah besar-besaran menekuni sampai mata berkunang-kunang khazanah tulisan-tulisan klasik Khong Hu-Cu. Dan, selama berabad-abad seluruh pegawai negeri Cina terdiri dari orang-orang pandangannya berpijak pada filosofi Kong Hu-Cu. Sistem ini (dengan hanya sedikit selingan) berlangsung hampir selama dua ribu tahun, mulai tahun 100 SM sampai 1900 M.
Tapi, Confucianisme bukanlah semata filsafat resmi pemerintahan Cina, tapi juga diterima dan dihayati oleh sebagian terbesar orang Cina, berpengaruh sampai ke dasar-dasar kalbu mereka, menjadi pandu arah berfikir selama jangka waktu lebih dari dua ribu tahun.
Ada beberapa sebab mengapa Confucianisme punya pengaruh yang begitu dahsyat pada orang Cina. Pertama, kejujuran dan kepolosan Kong Hu-Cu tak perlu diragukan lagi. Kedua, dia seorang yang moderat dan praktis serta tak minta keliwat banyak hal-hal yang memang tak sanggup dilaksanakan orang. Jika Kong Hu-Cu kepingin seseorang jadi terhormat, orang itu tidak usah bersusah payah menjadi orang suci terlebih dahulu. Dalam hal ini, seperti dalam hal ajaran-ajarannya yang lain, dia mencerminkan dan sekaligus menterjemahkan watak praktis orang Cina. Segi inilah kemungkinan yang menjadi faktor terpokok kesuksesan ajaran-ajaran Kong Hu-Cu. Kong Hu-Cu tidaklah meminta keliwat banyak. Misalnya dia tidak minta orang Cina menukar dasar-dasar kepercayaan lamanya. Malah kebalikannya, Kong Hu-Cu ikut menunjang dengan bahasa yang jelas bersih agar mereka tidak perlu beringsut. Tampaknya, tidak ada seorang filosof mana pun di dunia yang begitu dekat bersentuhan dalam hal pandangan-pandangan yang mendasar dengan penduduk seperti halnya Kong Hu-Cu.
Confucianisme yang menekankan rangkaian kewajiban-kewajiban yang ditujukan kepada pribadi-pribadi ketimbang menonjolkan hak-haknya -rasanya sukar dicerna dan kurang menarik bagi ukuran dunia Barat. Sebagai filosofi kenegaraan tampak luar biasa efektif. Diukur dari sudut kemampuan memelihara kerukunan dan kesejahteraan dalam negeri Cina dalam jangka waktu tak kurang dari dua ribu tahun, jelaslah dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk pemerintahan terbaik di dunia.
Gagasan filosofi Kong Hu-Cu yang berakar dari kultur Cina, tidaklah berpengaruh banyak di luar wilayah Asia Timur. Di Korea dan Jepang memang kentara pengaruhnya dan ini disebabkan kedua negeri itu memang sangat dipengaruhi oleh kultur Cina.
Saat ini Confucianisme berada dalam keadaan guram di Cina. Masalahnya, pemerintah Komunis berusaha sekuat tenaga agar kaitan alam pikiran penduduk dengan masa lampau terputus samasekali. Dengan gigih dan sistematik Confucianisme digempur habis sehingga besar kemungkinan suatu saat yang tidak begitu jauh Confucianisme lenyap dari bumi Cina. Tapi karena di masa lampau, akar tunggang Confilcianisme begitu dalam menghunjam di bumi Cina, bukan mustahil -entah seratus atau seratus lima puluh lahun yang akan datang - beberapa filosof Cina sanggup mengawinkan dua gagasan besar: Confucianisme dan ajaran ajaran Mao Tse-Tung.



Sumber
Read More

Sejarah Mengapa 1 Menit = 60 Detik


Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal.


Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.

Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi …

Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.


Detik

Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.


Sejarahnya

Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.

Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris.

Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.

Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.

Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat

Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :

1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun



Read More

3 Strategi Perang yang Ampuh dari China


Negara China mempunyai sejarah yang panjang dalam hal peperangan antar kerajaannya. Sehingga banyak orang pintar yang menjadi penasehat perang atau para jendral harus mengadu strategi untuk memenangkan sebuah peperangan. 

Diantaranya yang paling terkenal adalah Sun Tsu, Sun Bing, Qin Shi Huang, Liu Bang, Cao-Cao, Zhuge Liang, dll.

Nah tulisan kali ini kita hanya akan membahas 3 strategi perang China jaman dulu yang dikembangkan dan dipraktekkan di jaman modern ini. Kenapa cuma tiga ?

Karena ada ribuan atau mungkin ratusan ribu strategi perang yang mereka terapkan jaman dulu yang tidak mungkin kita bahas satu persatu. Nah apa-apa saja strategi perangnya itu? Mari kita bahas satu persatu.


1. Untuk menaklukan dunia saya tidak perlu memiliki seribu pasukan tetapi saya hanya butuh satu anak perempuan yang paling cantik di negeri ini. (Sun Tzu)
 
Pada jaman dahulu di negeri China seorang Kaisar dapat memiliki selir hingga mencapai 200 orang. Bagi yang memiliki anak perempuan yang cantik dapat di ajukan ke Kaisar untuk dipersunting sebagai selir.

Nah kalau kita memiliki seorang anak perempuan yang cantik bahkan paling cantik di negeri itu maka otomatis pasti akan dijadikan selir oleh Kaisar. Dan dengan menjadi yang tercantik dari semua selir yang di miliki Kaisar maka tentunya akan menjadi selir kesayangan Kaisar yang mana akan dipenuhi semua permintaannya oleh Kaisar. Jadi dengan begitu kita bisa memerintah kerajaan melalui sang anak.

Jadi inti dari seni perang ini adalah mempergunakan daya tarik wanita atau di negeri China dikenal dengan strategi " JEBAKAN WANITA CANTIK "


Bagaimana hal ini dipraktekan di jaman modern ???


Teori ini dikembangkan dengan baik di bidang pemasaran dan politik. Kita bisa lihat bagaimana tenaga-tenaga wanita dijadikan Sales Promotion Girls untuk menarik pembeli atau pengunjung suatu event dan bagaimana tenaga wanita juga dijadikan Lady Escourt yang kerjanya melakukan lobby kepada klien guna memenangkan sebuah tender.

Selain dari pada itu kita juga mendengar wanita dimanfaatkan untuk menghancurkan karir seseorang dengan memakai jasa mereka sebagai pembuat scandal kepada lawan bisnis atau politik.



2. Setelah sampai didaerah musuh bakar kapal dan buang persediaan makan. (Xiang Yu)
 
Ketika seorang Jendral kejam yang bernama Xiang Yu ingin memaksa anak buahnya berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan maka cara yang ditempuhnya adalah dengan mengancam kelangsungan hidup dari para tentaranya dengan membakar kapal untuk mereka pulang serta membuang semua perbekalan untuk makan mereka.

Sehingga kalau mereka tetap ingin hidup jalan satu-satunya adalah memenangkan perang. Karena kalau mereka dapat memenangkan peperangan berarti mereka dapat merampas semua kebutuhan yang mereka butuhkan dari pihak musuh yang kalah.

Di jaman modern strategi ini dipraktekan di bidang perdagangan atau lebih tepatnya di bidang ketenagakerjaan.

Cara yang dilakukan pengusaha atau perusahaan adalah dengan memberikan gaji yang kecil dan pas-pasan kepada karyawan agar mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan baru bisa mencukupi kebutuhan mereka kalau mereka mencapai target yang ditentukan perusahaan dengan imbalan bonus dari pencapaian target.

Jadi dengan gaji yang pas-pasan atau malah kurang, maka tanpa disuruh pun para pegawai mereka akan bekerja mati-matian untuk mencapai target yang ditentukan agar menerima bonus yang dijanjikan perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.



3. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. (Sam Kok)

Maksudnya adalah ketika melakukan pencurian di istana kaisar maka tempat yang paling aman bersembunyi adalah di istana itu sendiri. Kenapa ??? Karena kebiasaan orang mencuri di istana kaisar pasti sudah lari terbirit-birit dengan memakai jurus langkah sejuta.

Karena kalau ketahuan mencuri akan langsung di hukum pancung atau disiksa sampai mati. Maka dengan tetap di istana bahkan berteriak maling dan ikut serta dalam pencarian pencuri itu maka pasti orang tidak akan menyangka bahwa dialah yang melakukan pencurian karena semua orang tidak akan mempuyai nyali seperti itu.

Dijaman sekarang ini strategi perang ini malah lebih sering kita temukan di Indonesia. Para pejabat atau pemilik kekuasaan yang melakukan korupsi akan lebih dulu teriak maling kepada orang lain dan bertindak seakan-akan ingin memberantas korupsi agar orang menyangka dirinya bersih dari korupsi.

Orang sudah pasti akan berpaling kepada orang yang diteriakan dari pada kepada dirinya yang pura-pura bersih bahkan orang akan mendukungnya atas usahanya memberantas korupsi padahal dialah biang dari korupsi itu.

Dari tulisan diatas kita dapat melihat bahwa strategi perang China jaman dahulu tersebut telah dimodif sedemikian rupa agar dapat dipergunakan di abad modern ini. Tetapi yang sangat disayangkan mereka menggunakannya untuk kepentingan dan keperluan yang negatif.

Sumber :
danish56.blogspot.com



Read More

11 Pimpinan Militer Paling Buruk di Sepanjang Sejarah


Dalam perang, ada pemenang dan pecundang. Kadang-kadang pasukan dikalahkan karena mereka hanya menghadapi musuh yang lebih besar dan lebih kuat.
Lain waktu mereka kalah karena beberapa taktik dan keadaan aneh yang tidak seorang pun bisa meramalkan, atau karena mereka benar-benar dikalahkan oleh musuh yang licik.

Kadang-kadang pasukan bahkan kalah karena cuaca buruk (seperti yang terjadi pada armada Mongol Kubilai Khan di 1281 Masehi, yang hancur oleh topan saat mencoba untuk menyeberang selat sempit antara Korea dan Jepang.) Namun, ada juga kekalahan akibat semata-mata ketidak mampuan seorang pemimpin.

Tentu saja, bahkan seorang pemimpin militer yang baik dapat mengalami hari yang buruk. Dengan demikian, daftar ini bukan tentang pemimpin yang hanya kalah perang, tapi mereka yang mengalami kekalahan karena kecerobohan dan ketidak cakapan sang pengatur taktik.

Beberapa di daftar ini karena mereka dianggap sebagai orang yang jauh lebih mampu daripada sejarah menunjukkan mereka telah, dalam kata lain, selain pemimpin terburuk, daftar ini juga berisi pemimpin yang paling berlebihan, yang tidak layak mendapat gelar sebagai pemimpin,

ini bukan daftar Jenderal saja, tetapi beberapa di antaranya bahkan mungkin bukan dari kalangan militer, yang menjadikan keputusan yang mereka ambil menyebabkan bencana untuk tentara mereka .

di sini adalah daftar sepuluh pemimpin yang paling tidak kompeten, berlebihan, atau hanya pemimpin militer yang beruntung mendapat jabatan yang tidak sesuai dalam sejarah.


11. Field Marshall Bernard Montgomery, Inggris
Dia tidak benar-benar seorang komandan lapangan yang buruk.Bahkan, ia salah satu cukup yang cukup bijak. Satu-satunya alasan dia dalam daftar ini adalah, seperti Macarthur dari Inggris, dia juga mungkin menjadi salah satu komandan yang berlebihan pada Perang Dunia II .

Sedangkan Monty dikreditkan-dan memang seharusnya begitu-untuk kemenangan di El Alamein, Mesir pada bulan Oktober 1942, harus diingat ia berjuang menghadapi korps pasukan Jerman Afrika yang lelah dan sudah patah semangat yang kekurangan dukungan udara yang signifikan saat badai pasir.

Inggris dan sekutu mereka, sebaliknya, Rommel kalah jumlah besar-besaran di hampir setiap kategori, membuat kemenangan yang tertunda beberapa rantai yang luar biasa peristiwa-akhirnya tak terelakkan.

Sayangnya, tidak seperti para pendahulunya, Monty memilih untuk tidak menindaklanjuti kemenangannya dengan mendorong Jerman keluar dari Afrika segera,ia menunggu sampai dengan bulan Mei tahun 1943 yang akhirnya mencapai apa yang seharusnya sudah dilakukan bulan sebelumnya. Tapi Mesir bukan masalah nyata Monty.

Yang datang kemudian, pertama dengan rencana pendaratan berlebihan di Sisilia (pasukan Patton mengalahkan Angkatan Darat Inggris dibawah pimpinan monty untuk Messina meskipun mereka dua kali lebih sedikit jumlahnya), diikuti dengan upaya menyedihkan untuk menangkap Caen, Perancis pada Hari-H.

(Kota ini tidak diambil hingga 18 Juli 1944, enam minggu setelah pendaratan pertama.) Lalu ada Operasi Markey Garden pada bulan September 1944, upaya untuk mengambil tiga jembatan utama di Belanda yang akan membuat pelarian ke dalam Lembah Ruhr memungkinkan .

Ide bagus, tetapi cukup buruk dalam penerapan, dan hasilnya 6.000 pasukan Inggris di Arnhem menyerah dan jalan buntu sementara yang berlangsung sampai musim semi berikutnya. Monty punya taktik bagus, hanya saja ia cenderung terlalu takut ketika dia harus lebih agresif, dan terlalu agresif ketika kondisi mengharuskannnya bertahan.

10. Field Marshall Erwin Rommel, Germany 
Ini adalah hal yang paling kontroversial sehingga mudah dipilih sebagai daftar,karena sebuah peristiwa"Desert Fox" .Dalam pembelaan saya, saya tidak berpendapat bahwa Rommel adalah seorang jendral yang buruk.

Bahkan, mengingat keadaan ia harus berurusan dengan-kurangnya pasokan, kondisi yang berat, yang terus-menerus kalah jumlah-dia melakukan pekerjaan yang luar biasa dikatakan sebagai kesusksesan Jerman -atau, paling tidak, Jendral yang paling populer.

Plus, fakta bahwa ia terlibat dalam komplotan untuk membunuh Hitler-meskipun sangat terlambat dalam permainan-membuatnya menjadi pahlawan bagi kedua belah pihak. Namun, dalam hal pencapaian aktual, mungkin tidak cukup untuk mengangkat reputasinya.

Sementara komandan agresif dan mampu, ia cenderung kasar, tidak toleran, unteachable dan mendekati ke titik kenekatan, yang mungkin salah satu alasan ia dikalahkan oleh Inggris di Afrika Utara tidak hanya sekali, tetapi dua kali (pertama kalinya di tangan Inggris Jenderal Auchinleck, kedua kalinya oleh Montgomery) dan akhirnya mendorong pasukan JErman keluar dari benua itu.

Setelah dia diberi tugas untuk mengamankan garis pantai Perancis dari invasi sekutu (Tembok Atlantik) ia mengawasi pembangunan bunker penghalang hebat dan emplacements pistol untuk mencegah kedatangan sekutu di pantai Normandia pada tanggal 6 Juni 1944 untuk sekitar setengah jam atau lebih, dengan demikian menunjukkan kesia-siaan tergantung pada pertahanan tetap untuk menghentikan invasi (pelajaran Jerman harus ingat dari upaya sia-sia Prancis untuk memegang Garis Maginot pada tahun 1940).

Jelas, tidak semua kesalahan ini murni kesalahan Rommel saat ia memang harus bekerja di bawah keterbatasan yang ditetapkan kepadanya oleh der Fuehrer , tapi ketika seseorang menganggap reputasinya yang mendekati lendaris, tampaknya ia seharusnya mampu berbuat lebih banyak untuk menghentikan invasi sekutu di Perancis.

9. Admiral Gunichi Mikawa, Jepang
 

Ini adalah kasus di mana seorang komandan berhasil menikmati kemenangan besar, sebelum segera menyia-nyiakan kesempatan berharga yang diberikan kepadanya. Laksamana Mikawa dari Jepang dikenal karena kecerdasan dan penilaian yang baik ketika ia diasumsikan komando armada 8 Jepang di Rabaul pada bulan Juli 1942.

Hanya sebulan kemudian, dia memimpin armada yang sama untuk salah satu kemenangan terbesar angkatan laut Jepang di Perang Dunia Kedua ketika, selama malam 08-09 Agustus 1942, ia menyelinap ke perairan Guadalcanal dan mengirim empat kapal sekutu penjelajah ke arah dalam waktu hanya satu jam.

Dalam melakukannya, ia meninggalkan Marinir di Guadalcanal tanpa perlindungan laut dan membawa jangkar ke pantai. Namun, seperti halnya kemenangan yang telak-dan pelucutan pasukan Amerika di Guadalkanal-, Admiral ini tanpa sebab yang yang jelas segera menghentikan serangan itu dan pulang ke rumah, sehingga menyelamatkan Angkatan Laut AS dari penghinaan lebih lanjut dan kehancuran.

Laki-laki itu menunjukkan sedikit lebih agresif dengan menenggelamkan kapal-kapal yang agak rusak, sehingga pihak AS akan terpaksa mengungsi ke Kepulauan Solomon dan perang akan menjadi lebih panjang, selama hampir satu tahun.

Ia dikritik oleh atasannya untuk kemoloran waktu, dia dimutasi ke jabatan dan peran yang lebih kecil selama sisa perang sampai ia dipaksa pensiun oleh Angkatan Laut Jepang pada Juni 1945, tiga bulan sebelum perang berakhir.

Bukan seorang perwira yang buruk, tapi seorang perwira dengan waktu yang buruk.

8. Saddam Hussein, Iraq 
Orang tidak biasanya berpikir tentang Jagal dari Baghdad sebagai pemimpin militer (meskipun dia suka memakai seragam), tetapi untuk dua puluh empat tahun ia menyebut tembakan di Irak.

Seperti Hitler (lihat No 1) setiap operasi militer itu diawasi oleh dia secara pribadi dan dengan sangat rinci, meskipun, sekali lagi seperti Hitler, ia mempercayakan operasi taktis sehari-hari kepada sekelompok pasukan tidak cakap yang lebih setia daripada dengan kelompok yang cakap dan ahli di medan tempur

Pertimbangkan bahwa selama pemerintahannya, Saddam mengawasi tiga konflik besar (invasi ke Iran dan Teluk Persia I & II) konflik menyeret Iran selama 8 tahun sebelum Saddam akhirnya digugat untuk perdamaian. pertahanan Kuwait pada tahun 1991 dilakukan pasukan AS dan koalisi hampir mengorbankan seluruh pasukan sadam belum sementara perang difollow-up sebelas tahun kemudian (AS memimpin invasi ke Irak pada tahun 2003) biaya dirinya baik.

Mungkin idenya terbaik meyakinkan dunia ia WMD dalam upaya untuk mencegah invasi, sehingga mendorong penaklukan yang ia hindari. Terburuk, dia lupa memberitahu jendral sendiri WMDs itu hanyalah bagian dari imajinasi , banyak kekhawatiran mereka karena mengandalkan pasukan ahli untuk memperlambat pasukan Amerika di Baghdad.

Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa tidak ada komandan militer Amerika pernah memiliki sekutu yang lebih baik daripada dengan Orang Pemarah dari Tikrit.

7. Jenderal George McClellan, Amerika Serikat 
Sementara ada sejumlah jenderal buruk selama Perang Sipil Amerika-terutama di sisi Union sayangnya-yang yang biasanya mendapatkan prestasi karena menjadikan perang lebih lama berlangsung adalah Jenderal Union George McClellan.

McClellan bukan Jendral terburuk di tentara Union itu mungkin milik orang-orang seperti Joe Hooker atau Ambrose Burnside-tapi ia adalah yang paling hati-hati, dalam perang hal itu bisa sama berbahayanya dengan terlalu berani.

Dalam perintah dari Union Army November, 1861 sampai ia diberhentikan oleh Lincoln setelah Pertempuran berdarah dan disimpulkan Antietam pada bulan September, 1862, McClellan terkenal karena mengambil pendekatan lambat yang mengakibatkan penundaan berkesudahan dan kesempatan terlewatkan untuk mengatasi pemberontak yang berpotensi memperpendek perang.

Untuk dicatat, beberapa penulis biografinya menulis bahwa McClellan ragu-ragu untuk berkomitmen dalam pertempuran karena kepedulian terhadap kehidupan anak buahnya tetapi peluang yang hilang secara potensial untuk mengalahkan Tentara Konfederasi yang lebih kecil beberapa kali mungkin menjadi perang berlarut-larut selama bertahun-tahun, benar-benar mengakibatkan kerugian yang lebih besar , mengingat jika saja dia dan pengalamannya lebih agresif dalam melakukan penyerangan.

penghinaan pribadi pria itu untuk Lincoln juga tidak bijaksana (ia pernah menolak untuk menemui presiden ketika ia mengunjungi rumahnya di Washington, dia mengaku pergi ke tempat tidur dan tidak bisa diganggu), sedangkan ambisi politiknya dia melawan Lincoln di tahun 1864 pada pemilu, membuat reputasinya sebagai Pimpinan tentara Union semakin terpuruk

6. Jenderal Robert Georges Nivelle, Perancis
Douglas Haig adalah Jenderal dari British Expeditionary Force di Perancis selama Perang Dunia Pertama (lihat no 5.), sedangkan Robert Nivelle adalah untuk Perancis.

Seorang perwira artileri Perancis yang mengambil komando Angkatan Darat Perancis pada bulan Desember 1916, ia langsung mulai melakukan hal yang berarti sangat sedikit, dan hanya duduk menonton anak buahnya dan pasukan JErman saling membantai satu sama lain dalam skala yang tak terbayangkan.

Pada Pertempuran Verdun (21 Februari - 18 Desember 1916) Nivelle memimpin pergerakan tentara Perancis seperti babi melalui sebuah pabrik sosis, dan menjadikan setengah juta korban tewas dalam pertempuran sebelum semuanya berakhir. Dan hal itu adalah akibat dari nasib buruk dan perencanaan yang mentah dari “Nivelle Offensive” pada musim semi tahun 1917 .

yang direncanakan Menjanjikan kemenangan cepat dan akurat atas Jerman, pada bulan April 1917 Nivelle mengirim lebih dari satu juta tentara Perancis melawan tentara Jerman yang jumlahnya separo dari psukan Perancis, tapi malah pasukan perancis dibantai.

Pada saat pemerintah Perancis akhirnya menarik mundur tentaranya tiga minggu kemudian, lebih dari seperempat juta pasukan Perancis telah terbunuh atau terluka dan tentara berada di ambang pemberontakan .

Itu dianggap satu-satunya cara untuk mencegah tentara Perancis lari dari medan peperangan dan mencegah kehancuran total pada tentara sekutunya, dengan menyerahkan kemenangan ke Jerman secara mutlak.

(Di sisi lain,Jika Jerman menang di musim panas tahun 1917,tidak akan ada Hitler dan tidak ada Perang Dunia Kedua dan sejarah akan mengambil jalur yang jauh berbeda ) Tidak seperti rekan Inggris-nya, Sir Douglas Haig, Nivelle tidak kembali pulang sebagai pahlawan tetapi ia menyelinap ke beberapa pos dalam ekuivalen Tentara perancis di Afrika yang dikirim ke Siberia-untuk menyelesaikan sedikit sisa dari kariernya.

Dia meninggal pada tahun 1924 dan dimakamkan dengan penuh kehormatan militer ... dan kemudian segera dilupakan.

5. Jenderal Sir Douglas Haig , Inggris
Komandan pasukan Inggris di Perancis selama kekalahan Pertempuran Somme tahun 1916, Haig memiliki perbedaan dia menjadi komandan yang menyebabkan kematian terbanyak pasukan Inggris dalam satu hari pada pagi hari tanggal 1 Juli, 1916 ,60.000 pasukan-20% dari seluruh kekuatan Inggris terbunuh atau terluka, dalam serangan yang gagal untuk mendapatkan salah satu tujuannya.

Haig, yang selalu optimis Namun, tidak mempertimbangkan besarnya kerugian korban yang ditimbulkan yang terburuk bahkan dia menulis di di samping hari buku harian "... korban total ... tidak bisa dianggap berat mengingat jumlah pasukan yang terlibat, dan jalur panjang kedepan yang diserang. "

Tentunya, jika di masa ini tulisannya tersebut akan mengakibatkan pemecatan langsung dari para perwira yang tersinggung, tetapi berbeda saat itu. Bahkan, Haig akan terus mengawasi pasukan Inggris selama sisa perang dan bahkan dipromosikan Memimpin sebagai Marshall karena prestasinya.


Di bawah kepemimpinannya , sekitar 800.000 tentara Inggris pada akhirnya mati. Hebatnya, Haig pulang sebagai pahlawan setelah perang dan masih dianggap telah menjadi komandan militer yang kompeten sampai hari ini (kebanyakan oleh orang yang tidak pernah berperang di bawah komandonya, ).

Meskipun tidak ada komandan di kedua pihak selama perang itu tampak gemilang karena mengakibatkan banyaknya korban, apa yang membuat Haig menonjol adalah ketidakpeduliannya kepada pembantaian dan keengganan untuk belajar dari tamparan keras dari bencana yang diderita pasukannya.

4. George Armstrong Custer, Amerika Serikat
Custer mungkin telah membuat figur pahlawan 1940's di era Barat, tetapi dalam kehidupan nyata ia adalah pemimpin militer yang seharusnya menjadi pemimpin pejuang gurun.
Kurang ajar, cerdas, dan secara pribadi berani, melepas yang besar adalah ketidakpeduliannya untuk kesejahteraan dan keselamatan para bawahan atau tentaranta.

(Sebagai salah satu Jenderal termuda di Union Army selama Perang Saudara, unit kavaleri-nya memiliki tingkat korban tertinggi dari setiap di Angkatan Darat). Dia juga bersikap buas ketika berurusan dengan orang Indian, ia akan menyembelih mereka tanpa penyesalan.

kesembronoannya akhirnya menjadikannya tertangkap, ketika ia memimpin Kavaleri ke-7 yang terkenal itu mengalami bencana di Little Big Horn pada bulan Juni 1876,ia kehilangan hampir seluruh komandannya dalam perjalanan beberapa jam ketika dia menyerang sebuah perkemahan India dengan beberapa ribu prajurit Lakota di dalamnya, di Cheyenne Utara, dan Arapaho .

Entah bagaimana, ia menjadi legenda sebagai hasil dari bencana-terutama melalui upaya tak kenal lelah dari istrinya, Libbie, yang kemudian berbicara atas namanya pada sisa hidupnya-dengan pepatah lama sehingga orang Amerika cenderung untuk menghormati kekalahan mereka( seperti Little Big Horn, the Alamo, Pearl Harbor, 9/11) lebih dari kemenangan mereka.

Sementara dia dipuja sebagai martir oleh jutaan orang Amerika selama beberapa generasi, Custer tidak bernasib baik dengan sejarawan akhir-akhir ini, yang telah datang untuk mengungkitnya demi untuk mencari publisitas pribadi, sebagai pembenci India, tukang jualan nyawa yang ambisius , dan menumpulkan reputasinya secara umum.

Apakah dia layak dicemooh? Tanyakan saja pada salah satu dari 267 orang yang meninggal bersama dia (belum lagi ratusan penduduk asli Amerika yang dia sembelih).


3. Douglas MacArthur Amerika Serikat
Mungkin dia Pahlawan bagi Amerika dari Teater Pasifik dan dalang Landings Inchon..
Tapi Tidak jika Anda melihat catatan perangnya. Start with his incoherent strategy to defend all of the Philippines that ended in the disastrous surrender at Bataan in April of 1942 (the largest mass surrender of American troops in US history).

DiMulai dengan strategi koheren untuk membela rakyat Filipina yang berakhir pada bencana saat pasukannya menyerah di Bataan pada bulan April tahun 1942 (penyerahan massa terbesar tentara Amerika dalam sejarah AS).


Diikuti dengan ego antagonis yang membuatnya sering tidak dapat bekerja dengan Australia membela New Guinea dan keputusan gila yang menyarankan untuk menyerang Peleliu (basis Jepang tidak memiliki nilai strategis langsung dengan 10.000 pasukan AS menjadi korban dan mengambil dua bulan untuk mengendalikannya).

Kemudian ada desakan bahwa Roosevelt menyerang Filipina-meskipun kepulauan filipina tidak memiliki nilai cukup strategis sehingga ia bisa menepati janjinya kepada orang-orang Pilipino bahwa ia "akan kembali" (seolah-olah mereka peduli).

Operasi di Teluk Leyte mengambil begitu banyak dalam hal aset militer yang menjadikan Doug seorang diri membuat perang lebih panjang beberapa bulan. Tapi bagaimana Korea, Anda bertanya? Bukankah dia dalang di balik pendaratan Inchon yang memecahkan barisan belakang Tentara Korea Utara dan kemenangan(hampir) bisa dipastikan di semenanjung itu?

Ya , tetapi mengingat Inchon dipertahankan oleh hanya sebuah garnisun kecil dari sisa pasukan Korea yang sedang terkunci dalam pertempuran dengan pasukan PBB sekitar Pusan, yang berarti bahwa hanya komandan yang paling buruk yang akan gagal untuk mengambil alihnya.

Itu yang terjadi kemudian, bagaimanapun, dimana Doug menunjukkan sifat sejati; mengabaikan laporan intelijen bahwa satu juta pasukan Cina yang berkumpul di sepanjang perbatasan Korea siap untuk menyerang, tiba-tiba dia menemukan dirinya dikuasai oleh Mao dan terpaksa mundur 38 derajat.

Hanya saja kala itu dia dipimpin Truman (mungkin keputusan terbaik Truman sebagai Presiden) dan (penggantinya) Jenderal Ridgeway, rencana taktisnya membuat Korea luput dari menjadi antek soviet lain di masa mendatang.

Oke, ia adalah seorang gubernur militer yang layak di Jepang setelah mereka menyerah dan terus Rusia keluar dari Jepang, tapi di luar itu, tidak banyak yang dapat dikatakan baginya, baik sebagai seorang jenderal atau seseorang.

penilaian yang tidak adil?

Pertimbangkan bahwa dia berhasil melobi Kongres untuk membuat mereka memberikan penghargaan kepadanya Medal of Honor untuk pertahanan tidak layaknya Filipina pada tahun 1942.

2. Antonio Lopez de Santa Anna, Mexico 
karakter yang berwarna-warni ini seharusnya tidak diletakkan pada seragam Jendral Meksiko (atau seragam militer). Setiap kali dia lakukan, hal buruk selalu terjadi pada tentara malang di bawah komandonya.

Ya, dia mengambil alih Alamo tahun 1836 (kehilangan dua kali lebih banyak pasukan daripada lawannya pasukan Texas),tapi ia kehilangan seluruh pasukan dan ditangkap di San Jacinto hanya beberapa minggu kemudian dalam Pertempuran yang berlangsung selama lima belas menit.

Masih populer di Meksiko (Santa Anna suka menganggap dirinya sebagai "Napoleon dari Barat"), setelah pengasingan singkat ia kembali ke rumah untuk memerintahkan sekali lagi Angkatan Darat Meksiko yang bertugas mendorong kekuatan Perancis dengan personel kecil keluar dari Veracruz.

Dia kalah dalam pertempuran, juga kaki, yang mengakibatkan orang-orang Meksiko terpaksa menyerah kepada Prancis, tetapi ia kembali ke rumah-dengan kaki palsu prostetik dari gabus di belakangnya-menjadikannuya lebih populer dari sebelumnya.

Setelah bertugas pendek sebagai diktator (dia melayani dalam kapasitas ini beberapa kali selama karir nya) ia sekali lagi menjabat sebagai kepala Angkatan Darat Meksiko seperti yang berulang kali terjadi , ia dikalahkan oleh pasukan Amerika selama Perang Meksiko-Amerika 1846.

(Selama perang kaki palsunya direbut oleh pasukan Amerika dan dipamerkan.) Pulang ke rumah untuk Meksiko setelah bermasib naas sebagai ahli strategi militer, Santa Anna sekali lagi mengambil alih pemerintah dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya,sebelum rakyatnyag akhirnya bosan dan membuatnya melarikan diri ke pengasingan ke Kuba pada tahun 1855.

Jelas Santa Anna di mata orang-orang Meksiko adaalah seorang pria menjadi bencana pada militer dan politik, namun ia tetap populer di mata jutaan orang Meksiko selama bertahun-tahun..

1. Adolf Hitler, Jerman
Banyak mungkin akan terkejut melihat der Fuehrer pada daftar pemimpin militer gagal, terutama karena ia bukan perwira militer.

Namun, ini adalah daftar tentang kegagalan pemimpin-yang tidak selalu menjadi perwira, mengingat perannya dalam memastikan kekalahan yang sudah lama ditunggu Jerman dalam Perang Dunia II-membuat dia berada paling atas pada daftar.
Meskipun benar bahwa Hitler tidak pernah memerintahkan tentara di lapangan, dalam tiga tahun terakhir dari perang ia semakin mengambil alih kontrol sehari-hari pasukannya, mengatakan jendral mana dan kapan untuk menyerang dan kemudian menolak untuk permintaan mereka untuk mundur ketika kekalahan tak terelakkan.

Sementara ia meninggalkan rincian taktis saat mememerintahkan tentaranya, ia menetapkan tujuan strategis, mengawasi alokasi sumber daya, dan semua tapi mengemudikan tank pertama ke setiap pertempuran setelah 1943, memastikan bahwa tidak peduli seberapa baik Jerman bertempur, mereka pasti akan kalah.

Selain itu, ini adalah perbedaan terbesar antara Hitler dan musuhnya, Joseph Stalin, Stalin tahu dia bukan seorang ahli strategi militer dan membiarkan Jenderalnya mengambil keputusan selama pertempuran.

Hitler, dengan asumsi waktunya yang dihabiskan di parit Perancis dalam Perang Dunia I membuatnya menjadi ahli,tapi tidak pernah memperhitungkan kerugiannya dan kerugian seluruh generasi german di masa-masa mendatang











Read More