Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Sejarah Kong Hu Cu
Sejarah Kong Hu Cu
Lahir sekitar tahun 551 SM di kota kecil Lu, kini masuk wilayah
propinsi Shantung di timur laut daratan Cina. Dalam usia muda ditinggal
mati ayah, membuatnya hidup sengsara di samping ibunya.
Waktu
berangkat dewasa dia jadi pegawai negeri kelas teri tapi sesudah selang
beberapa tahun dia memutuskan mendingan copot diri saja. Sepanjang enam
belas tahun berikutnya Kong Hu-Cu
jadi guru, sedikit demi sedikit mencari pengaruh dan pengikut anutan
filosofinya. Menginjak umur lima puluh tahun bintangnya mulai bersinar
karena dia dapat kedudukan tinggi di pemerintahan kota Lu.
Sang nasib baik rupanya tidak selamanya ramah karena orang-orang yang dengki dengan ulah ini dan ulah itu menyeretnya ke pengadilan sehingga bukan saja berhasil mencopotnya dari kursi jabatan tapi juga membuatnya meninggalkan kota. Tak kurang dari tiga belas tahun lamanya Kong Hu-Cu berkelana ke mana kaki melangkah, jadi guru keliling, baru pulang kerumah asal lima tahun sebelum wafatnya tahun 479 SM.
Kong Hu-Cu kerap dianggap selaku pendiri sebuah agama; anggapan ini tentu saja meleset. Dia jarang sekali mengkaitkan ajarannya dengan keTuhanan, menolak perbincangan alam akhirat, dan mengelak tegas setiap omongan yang berhubungan dengan soal-soal metaflsika. Dia -tak lebih dan tak kurang- seorang filosof sekuler, cuma berurusan dengan masalah-masalah moral politik dan pribadi serta tingkah laku akhlak.
Ada dua nilai yang teramat penting, kata Kong Hu-Cu, yaitu “Yen” dan “Li:” “Yen” sering diterjemahkan dengan kata “Cinta,” tapi sebetulnya lebih kena diartikan “Keramah-tamahan dalam hubungan dengan seseorang.” “Li” dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun.
Pemujaan terhadap leluhur, dasar bin dasarnya kepercayaan orang Cina bahkan sebelum lahirnya Kong Hu-Cu, lebih diteguhkan lagi dengan titik berat kesetiaan kepada sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua. Ajaran Kong Hu-Cu juga menggaris bawahi arti penting kemestian seorang istri menaruh hormat dan taat kepada suami serta kemestian serupa dari seorang warga kepada pemerintahannya. Ini agak berbeda dengan cerita-cerita rakyat Cina yang senantiasa menentang tiap bentuk tirani. Kong Hu-Cu yakin, adanya negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan terputar balik. Tak jemu-jemunya Kong Hu-Cu menekankan bahwa penguasa mesti memerintah pertama-tama berlandaskan beri contoh teladan yang moralis dan bukannya lewat main keras dan kemplang. Dan salah satu hukum ajarannya sedikit mirip dengan “Golden Rule” nya Nasrani yang berbunyi “Apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat terhadap dirimu, jangan lakukan.”
Pokok pandangan utama Kong Hu-Cu dasarnya teramat konservatif. Menurut hematnya, jaman keemasan sudah lampau, dan dia menghimbau baik penguasa maupun rakyat supaya kembali asal, berpegang pada ukuran moral yang genah, tidak ngelantur. Kenyataan yang ada bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Keinginan Kong Hu-Cu agar cara memerintah bukan main bentak, melainkan lewat tunjukkan suri teladan yang baik tidak begitu lancar pada awal-awal jamannya. Karena itu, Kong Hu-Cu lebih mendekati seorang pembaharu, seorang inovator ketimbang apa yang sesungguhnya jadi idamannya.
Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.
Berbetulan dengan munculnya dinasti Ch’in tahun 221 SM, mengalami masa yang amat suram. Kaisar Shih Huang Ti, kaisar pertama dinasti Ch’ing bertekat bulat membabat habis penganut Kong Hu-Cu dan memenggal mata rantai yang menghubungi masa lampau. Dikeluarkannya perintah harian menggencet lumat ajaran-ajaran Kong Hu-Cu dan menggerakkan baik spion maupun tukang pukul dan pengacau profesional untuk melakukan penggeledahan besar-besaran, merampas semua buku yang memuat ajaran Kong Hu-Cu dan dicemplungkan ke dalam api unggun sampai hancur jadi abu. Kebejatan berencana ini rupanya tidak juga mempan. Tatkala dinasti Ch’ing mendekati saat ambruknya, penganut-penganut Kong Hu-Cu bangkit kembali bara semangatnya dan mengobarkan lagi doktrin Kong Hu-Cu. Di masa dinasti berikutnya (dinasti Han tahun 206 SM - 220 M). Confucianisme menjadi filsafat resmi negara Cina.
Mulai dari masa dinasti Han, kaisar-kaisar Cina setingkat demi setingkat mengembangkan sistem seleksi bagi mereka yang ingin jadi pegawai negeri dengan jalan menempuh ujian agar yang jadi pegawai negeri jangan orang serampangan melainkan punya standar kualitas baik ketrampilan maupun moralnya. Lama-lama seleksi makin terarah dan berbobot: mencantumkan mata ujian filosofi dasar Kong Hu-Cu. Berhubung jadi pegawal negeri itu merupakan jenjang tangga menuju kesejahteraan material dan keterangkatan status sosial, harap dimaklumi apabila di antara para peminat terjadi pertarungan sengit berebut tempat. Akibat berikutnya, ber generasi-generasi pentolan-pentolan intelektual Cina dalam jumlah besar-besaran menekuni sampai mata berkunang-kunang khazanah tulisan-tulisan klasik Khong Hu-Cu. Dan, selama berabad-abad seluruh pegawai negeri Cina terdiri dari orang-orang pandangannya berpijak pada filosofi Kong Hu-Cu. Sistem ini (dengan hanya sedikit selingan) berlangsung hampir selama dua ribu tahun, mulai tahun 100 SM sampai 1900 M.
Tapi, Confucianisme bukanlah semata filsafat resmi pemerintahan Cina, tapi juga diterima dan dihayati oleh sebagian terbesar orang Cina, berpengaruh sampai ke dasar-dasar kalbu mereka, menjadi pandu arah berfikir selama jangka waktu lebih dari dua ribu tahun.
Ada beberapa sebab mengapa Confucianisme punya pengaruh yang begitu dahsyat pada orang Cina. Pertama, kejujuran dan kepolosan Kong Hu-Cu tak perlu diragukan lagi. Kedua, dia seorang yang moderat dan praktis serta tak minta keliwat banyak hal-hal yang memang tak sanggup dilaksanakan orang. Jika Kong Hu-Cu kepingin seseorang jadi terhormat, orang itu tidak usah bersusah payah menjadi orang suci terlebih dahulu. Dalam hal ini, seperti dalam hal ajaran-ajarannya yang lain, dia mencerminkan dan sekaligus menterjemahkan watak praktis orang Cina. Segi inilah kemungkinan yang menjadi faktor terpokok kesuksesan ajaran-ajaran Kong Hu-Cu. Kong Hu-Cu tidaklah meminta keliwat banyak. Misalnya dia tidak minta orang Cina menukar dasar-dasar kepercayaan lamanya. Malah kebalikannya, Kong Hu-Cu ikut menunjang dengan bahasa yang jelas bersih agar mereka tidak perlu beringsut. Tampaknya, tidak ada seorang filosof mana pun di dunia yang begitu dekat bersentuhan dalam hal pandangan-pandangan yang mendasar dengan penduduk seperti halnya Kong Hu-Cu.
Confucianisme yang menekankan rangkaian kewajiban-kewajiban yang ditujukan kepada pribadi-pribadi ketimbang menonjolkan hak-haknya -rasanya sukar dicerna dan kurang menarik bagi ukuran dunia Barat. Sebagai filosofi kenegaraan tampak luar biasa efektif. Diukur dari sudut kemampuan memelihara kerukunan dan kesejahteraan dalam negeri Cina dalam jangka waktu tak kurang dari dua ribu tahun, jelaslah dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk pemerintahan terbaik di dunia.
Gagasan filosofi Kong Hu-Cu yang berakar dari kultur Cina, tidaklah berpengaruh banyak di luar wilayah Asia Timur. Di Korea dan Jepang memang kentara pengaruhnya dan ini disebabkan kedua negeri itu memang sangat dipengaruhi oleh kultur Cina.
Saat ini Confucianisme berada dalam keadaan guram di Cina. Masalahnya, pemerintah Komunis berusaha sekuat tenaga agar kaitan alam pikiran penduduk dengan masa lampau terputus samasekali. Dengan gigih dan sistematik Confucianisme digempur habis sehingga besar kemungkinan suatu saat yang tidak begitu jauh Confucianisme lenyap dari bumi Cina. Tapi karena di masa lampau, akar tunggang Confilcianisme begitu dalam menghunjam di bumi Cina, bukan mustahil -entah seratus atau seratus lima puluh lahun yang akan datang - beberapa filosof Cina sanggup mengawinkan dua gagasan besar: Confucianisme dan ajaran ajaran Mao Tse-Tung.
Sumber
Sang nasib baik rupanya tidak selamanya ramah karena orang-orang yang dengki dengan ulah ini dan ulah itu menyeretnya ke pengadilan sehingga bukan saja berhasil mencopotnya dari kursi jabatan tapi juga membuatnya meninggalkan kota. Tak kurang dari tiga belas tahun lamanya Kong Hu-Cu berkelana ke mana kaki melangkah, jadi guru keliling, baru pulang kerumah asal lima tahun sebelum wafatnya tahun 479 SM.
Kong Hu-Cu kerap dianggap selaku pendiri sebuah agama; anggapan ini tentu saja meleset. Dia jarang sekali mengkaitkan ajarannya dengan keTuhanan, menolak perbincangan alam akhirat, dan mengelak tegas setiap omongan yang berhubungan dengan soal-soal metaflsika. Dia -tak lebih dan tak kurang- seorang filosof sekuler, cuma berurusan dengan masalah-masalah moral politik dan pribadi serta tingkah laku akhlak.
Ada dua nilai yang teramat penting, kata Kong Hu-Cu, yaitu “Yen” dan “Li:” “Yen” sering diterjemahkan dengan kata “Cinta,” tapi sebetulnya lebih kena diartikan “Keramah-tamahan dalam hubungan dengan seseorang.” “Li” dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun.
Pemujaan terhadap leluhur, dasar bin dasarnya kepercayaan orang Cina bahkan sebelum lahirnya Kong Hu-Cu, lebih diteguhkan lagi dengan titik berat kesetiaan kepada sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua. Ajaran Kong Hu-Cu juga menggaris bawahi arti penting kemestian seorang istri menaruh hormat dan taat kepada suami serta kemestian serupa dari seorang warga kepada pemerintahannya. Ini agak berbeda dengan cerita-cerita rakyat Cina yang senantiasa menentang tiap bentuk tirani. Kong Hu-Cu yakin, adanya negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan terputar balik. Tak jemu-jemunya Kong Hu-Cu menekankan bahwa penguasa mesti memerintah pertama-tama berlandaskan beri contoh teladan yang moralis dan bukannya lewat main keras dan kemplang. Dan salah satu hukum ajarannya sedikit mirip dengan “Golden Rule” nya Nasrani yang berbunyi “Apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat terhadap dirimu, jangan lakukan.”
Pokok pandangan utama Kong Hu-Cu dasarnya teramat konservatif. Menurut hematnya, jaman keemasan sudah lampau, dan dia menghimbau baik penguasa maupun rakyat supaya kembali asal, berpegang pada ukuran moral yang genah, tidak ngelantur. Kenyataan yang ada bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Keinginan Kong Hu-Cu agar cara memerintah bukan main bentak, melainkan lewat tunjukkan suri teladan yang baik tidak begitu lancar pada awal-awal jamannya. Karena itu, Kong Hu-Cu lebih mendekati seorang pembaharu, seorang inovator ketimbang apa yang sesungguhnya jadi idamannya.
Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.
Berbetulan dengan munculnya dinasti Ch’in tahun 221 SM, mengalami masa yang amat suram. Kaisar Shih Huang Ti, kaisar pertama dinasti Ch’ing bertekat bulat membabat habis penganut Kong Hu-Cu dan memenggal mata rantai yang menghubungi masa lampau. Dikeluarkannya perintah harian menggencet lumat ajaran-ajaran Kong Hu-Cu dan menggerakkan baik spion maupun tukang pukul dan pengacau profesional untuk melakukan penggeledahan besar-besaran, merampas semua buku yang memuat ajaran Kong Hu-Cu dan dicemplungkan ke dalam api unggun sampai hancur jadi abu. Kebejatan berencana ini rupanya tidak juga mempan. Tatkala dinasti Ch’ing mendekati saat ambruknya, penganut-penganut Kong Hu-Cu bangkit kembali bara semangatnya dan mengobarkan lagi doktrin Kong Hu-Cu. Di masa dinasti berikutnya (dinasti Han tahun 206 SM - 220 M). Confucianisme menjadi filsafat resmi negara Cina.
Mulai dari masa dinasti Han, kaisar-kaisar Cina setingkat demi setingkat mengembangkan sistem seleksi bagi mereka yang ingin jadi pegawai negeri dengan jalan menempuh ujian agar yang jadi pegawai negeri jangan orang serampangan melainkan punya standar kualitas baik ketrampilan maupun moralnya. Lama-lama seleksi makin terarah dan berbobot: mencantumkan mata ujian filosofi dasar Kong Hu-Cu. Berhubung jadi pegawal negeri itu merupakan jenjang tangga menuju kesejahteraan material dan keterangkatan status sosial, harap dimaklumi apabila di antara para peminat terjadi pertarungan sengit berebut tempat. Akibat berikutnya, ber generasi-generasi pentolan-pentolan intelektual Cina dalam jumlah besar-besaran menekuni sampai mata berkunang-kunang khazanah tulisan-tulisan klasik Khong Hu-Cu. Dan, selama berabad-abad seluruh pegawai negeri Cina terdiri dari orang-orang pandangannya berpijak pada filosofi Kong Hu-Cu. Sistem ini (dengan hanya sedikit selingan) berlangsung hampir selama dua ribu tahun, mulai tahun 100 SM sampai 1900 M.
Tapi, Confucianisme bukanlah semata filsafat resmi pemerintahan Cina, tapi juga diterima dan dihayati oleh sebagian terbesar orang Cina, berpengaruh sampai ke dasar-dasar kalbu mereka, menjadi pandu arah berfikir selama jangka waktu lebih dari dua ribu tahun.
Ada beberapa sebab mengapa Confucianisme punya pengaruh yang begitu dahsyat pada orang Cina. Pertama, kejujuran dan kepolosan Kong Hu-Cu tak perlu diragukan lagi. Kedua, dia seorang yang moderat dan praktis serta tak minta keliwat banyak hal-hal yang memang tak sanggup dilaksanakan orang. Jika Kong Hu-Cu kepingin seseorang jadi terhormat, orang itu tidak usah bersusah payah menjadi orang suci terlebih dahulu. Dalam hal ini, seperti dalam hal ajaran-ajarannya yang lain, dia mencerminkan dan sekaligus menterjemahkan watak praktis orang Cina. Segi inilah kemungkinan yang menjadi faktor terpokok kesuksesan ajaran-ajaran Kong Hu-Cu. Kong Hu-Cu tidaklah meminta keliwat banyak. Misalnya dia tidak minta orang Cina menukar dasar-dasar kepercayaan lamanya. Malah kebalikannya, Kong Hu-Cu ikut menunjang dengan bahasa yang jelas bersih agar mereka tidak perlu beringsut. Tampaknya, tidak ada seorang filosof mana pun di dunia yang begitu dekat bersentuhan dalam hal pandangan-pandangan yang mendasar dengan penduduk seperti halnya Kong Hu-Cu.
Confucianisme yang menekankan rangkaian kewajiban-kewajiban yang ditujukan kepada pribadi-pribadi ketimbang menonjolkan hak-haknya -rasanya sukar dicerna dan kurang menarik bagi ukuran dunia Barat. Sebagai filosofi kenegaraan tampak luar biasa efektif. Diukur dari sudut kemampuan memelihara kerukunan dan kesejahteraan dalam negeri Cina dalam jangka waktu tak kurang dari dua ribu tahun, jelaslah dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk pemerintahan terbaik di dunia.
Gagasan filosofi Kong Hu-Cu yang berakar dari kultur Cina, tidaklah berpengaruh banyak di luar wilayah Asia Timur. Di Korea dan Jepang memang kentara pengaruhnya dan ini disebabkan kedua negeri itu memang sangat dipengaruhi oleh kultur Cina.
Saat ini Confucianisme berada dalam keadaan guram di Cina. Masalahnya, pemerintah Komunis berusaha sekuat tenaga agar kaitan alam pikiran penduduk dengan masa lampau terputus samasekali. Dengan gigih dan sistematik Confucianisme digempur habis sehingga besar kemungkinan suatu saat yang tidak begitu jauh Confucianisme lenyap dari bumi Cina. Tapi karena di masa lampau, akar tunggang Confilcianisme begitu dalam menghunjam di bumi Cina, bukan mustahil -entah seratus atau seratus lima puluh lahun yang akan datang - beberapa filosof Cina sanggup mengawinkan dua gagasan besar: Confucianisme dan ajaran ajaran Mao Tse-Tung.
Sumber
Sejarah Mengapa 1 Menit = 60 Detik
Bilangan 60 digunakan untuk
menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan
pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau
disebut juga Sexagesimal.
Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini
bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.
Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3
jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit,
berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi …
Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau
bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu
1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.
Detik
Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem
Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama
9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua
tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol
kelvin.
Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60
dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.
Sejarahnya
Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal
sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari
satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit
perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.
Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60
menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.
Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia,
yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).
Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir
dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik
sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.
Di tahun 1956, International Committee for Weights and
Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on
Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam
periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu
telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk
digunakan sebagai standar waktu.
Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun
(Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari
pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad
ke-18 dan 19.
Dengan demikian detik didefinisikan sebagai
1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12
waktu ephemeris.
Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights
and Measures ke sebelas di tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti
ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan
ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu
Ephemeris.
Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan
sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai
dengan teori gerakan dinamis Newton.
Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam
atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.
Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United
States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical
Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition
frequency atom caesium dan detik ephemeris.
Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan
sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan
orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa
diterka, di dalam satuan waktu jam atom.
Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on
Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International
System of Units (SI) sebagai
Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi
sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari
atom caesium-133.
Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan
magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris.
Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk
menyertakan kalimat
Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada
temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan
ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk
mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.
Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita
pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :
1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun
3 Strategi Perang yang Ampuh dari China
Negara China mempunyai sejarah yang panjang dalam hal
peperangan antar kerajaannya. Sehingga banyak orang pintar yang menjadi
penasehat perang atau para jendral harus mengadu strategi untuk memenangkan
sebuah peperangan.
Diantaranya yang paling terkenal adalah Sun Tsu, Sun Bing,
Qin Shi Huang, Liu Bang, Cao-Cao, Zhuge Liang, dll.
Nah tulisan kali ini kita hanya akan membahas 3 strategi
perang China jaman dulu yang dikembangkan dan dipraktekkan di jaman modern ini.
Kenapa cuma tiga ?
Karena ada ribuan atau mungkin ratusan ribu strategi perang
yang mereka terapkan jaman dulu yang tidak mungkin kita bahas satu persatu. Nah
apa-apa saja strategi perangnya itu? Mari kita bahas satu persatu.
1. Untuk menaklukan dunia saya tidak perlu memiliki seribu
pasukan tetapi saya hanya butuh satu anak perempuan yang paling cantik di
negeri ini. (Sun Tzu)

Pada jaman dahulu di negeri China seorang Kaisar dapat
memiliki selir hingga mencapai 200 orang. Bagi yang memiliki anak perempuan
yang cantik dapat di ajukan ke Kaisar untuk dipersunting sebagai selir.
Nah kalau kita memiliki seorang anak perempuan yang cantik
bahkan paling cantik di negeri itu maka otomatis pasti akan dijadikan selir
oleh Kaisar. Dan dengan menjadi yang tercantik dari semua selir yang di miliki
Kaisar maka tentunya akan menjadi selir kesayangan Kaisar yang mana akan
dipenuhi semua permintaannya oleh Kaisar. Jadi dengan begitu kita bisa
memerintah kerajaan melalui sang anak.
Jadi inti dari seni perang ini adalah mempergunakan daya
tarik wanita atau di negeri China dikenal dengan strategi " JEBAKAN WANITA
CANTIK "
Bagaimana hal ini dipraktekan di jaman modern ???
Teori ini dikembangkan dengan baik di bidang pemasaran dan
politik. Kita bisa lihat bagaimana tenaga-tenaga wanita dijadikan Sales
Promotion Girls untuk menarik pembeli atau pengunjung suatu event dan bagaimana
tenaga wanita juga dijadikan Lady Escourt yang kerjanya melakukan lobby kepada
klien guna memenangkan sebuah tender.
Selain dari pada itu kita juga mendengar wanita dimanfaatkan
untuk menghancurkan karir seseorang dengan memakai jasa mereka sebagai pembuat
scandal kepada lawan bisnis atau politik.
2. Setelah sampai didaerah musuh bakar kapal dan buang
persediaan makan. (Xiang Yu)

Ketika seorang Jendral kejam yang bernama Xiang Yu ingin
memaksa anak buahnya berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan maka
cara yang ditempuhnya adalah dengan mengancam kelangsungan hidup dari para
tentaranya dengan membakar kapal untuk mereka pulang serta membuang semua
perbekalan untuk makan mereka.
Sehingga kalau mereka tetap ingin hidup jalan satu-satunya
adalah memenangkan perang. Karena kalau mereka dapat memenangkan peperangan
berarti mereka dapat merampas semua kebutuhan yang mereka butuhkan dari pihak
musuh yang kalah.
Di jaman modern strategi ini dipraktekan di bidang
perdagangan atau lebih tepatnya di bidang ketenagakerjaan.
Cara yang dilakukan pengusaha atau perusahaan adalah dengan
memberikan gaji yang kecil dan pas-pasan kepada karyawan agar mereka tidak
dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan baru bisa mencukupi kebutuhan mereka
kalau mereka mencapai target yang ditentukan perusahaan dengan imbalan bonus
dari pencapaian target.
Jadi dengan gaji yang pas-pasan atau malah kurang, maka
tanpa disuruh pun para pegawai mereka akan bekerja mati-matian untuk mencapai
target yang ditentukan agar menerima bonus yang dijanjikan perusahaan untuk
dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
3. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling
berbahaya. (Sam Kok)
Maksudnya adalah ketika melakukan pencurian di istana kaisar
maka tempat yang paling aman bersembunyi adalah di istana itu sendiri. Kenapa
??? Karena kebiasaan orang mencuri di istana kaisar pasti sudah lari
terbirit-birit dengan memakai jurus langkah sejuta.
Karena kalau ketahuan mencuri akan langsung di hukum pancung
atau disiksa sampai mati. Maka dengan tetap di istana bahkan berteriak maling
dan ikut serta dalam pencarian pencuri itu maka pasti orang tidak akan
menyangka bahwa dialah yang melakukan pencurian karena semua orang tidak akan
mempuyai nyali seperti itu.
Dijaman sekarang ini strategi perang ini malah lebih sering
kita temukan di Indonesia. Para pejabat atau pemilik kekuasaan yang melakukan
korupsi akan lebih dulu teriak maling kepada orang lain dan bertindak
seakan-akan ingin memberantas korupsi agar orang menyangka dirinya bersih dari
korupsi.
Orang sudah pasti akan berpaling kepada orang yang
diteriakan dari pada kepada dirinya yang pura-pura bersih bahkan orang akan
mendukungnya atas usahanya memberantas korupsi padahal dialah biang dari
korupsi itu.
Dari tulisan diatas kita dapat melihat bahwa strategi perang
China jaman dahulu tersebut telah dimodif sedemikian rupa agar dapat
dipergunakan di abad modern ini. Tetapi yang sangat disayangkan mereka
menggunakannya untuk kepentingan dan keperluan yang negatif.
Sumber :
danish56.blogspot.com11 Pimpinan Militer Paling Buruk di Sepanjang Sejarah
Dalam perang, ada pemenang dan
pecundang. Kadang-kadang pasukan dikalahkan karena mereka hanya menghadapi
musuh yang lebih besar dan lebih kuat.
Lain waktu mereka kalah karena beberapa taktik dan keadaan
aneh yang tidak seorang pun bisa meramalkan, atau karena mereka benar-benar
dikalahkan oleh musuh yang licik.
Kadang-kadang pasukan bahkan kalah karena cuaca buruk
(seperti yang terjadi pada armada Mongol Kubilai Khan di 1281 Masehi, yang
hancur oleh topan saat mencoba untuk menyeberang selat sempit antara Korea dan
Jepang.) Namun, ada juga kekalahan akibat semata-mata ketidak mampuan seorang
pemimpin.
Tentu saja, bahkan seorang pemimpin militer yang baik dapat
mengalami hari yang buruk. Dengan demikian, daftar ini bukan tentang pemimpin
yang hanya kalah perang, tapi mereka yang mengalami kekalahan karena
kecerobohan dan ketidak cakapan sang pengatur taktik.
Beberapa di daftar ini karena mereka dianggap sebagai orang
yang jauh lebih mampu daripada sejarah menunjukkan mereka telah, dalam kata
lain, selain pemimpin terburuk, daftar ini juga berisi pemimpin yang paling
berlebihan, yang tidak layak mendapat gelar sebagai pemimpin,
ini bukan daftar Jenderal saja, tetapi beberapa di antaranya
bahkan mungkin bukan dari kalangan militer, yang menjadikan keputusan yang
mereka ambil menyebabkan bencana untuk tentara mereka .
di sini adalah daftar sepuluh pemimpin yang paling tidak
kompeten, berlebihan, atau hanya pemimpin militer yang beruntung mendapat
jabatan yang tidak sesuai dalam sejarah.
11. Field Marshall Bernard
Montgomery, Inggris

Dia tidak benar-benar seorang komandan lapangan yang
buruk.Bahkan, ia salah satu cukup yang cukup bijak. Satu-satunya alasan dia
dalam daftar ini adalah, seperti Macarthur dari Inggris, dia juga mungkin
menjadi salah satu komandan yang berlebihan pada Perang Dunia II .
Sedangkan Monty dikreditkan-dan memang seharusnya
begitu-untuk kemenangan di El Alamein, Mesir pada bulan Oktober 1942, harus
diingat ia berjuang menghadapi korps pasukan Jerman Afrika yang lelah dan sudah
patah semangat yang kekurangan dukungan udara yang signifikan saat badai pasir.
Inggris dan sekutu mereka, sebaliknya, Rommel kalah jumlah
besar-besaran di hampir setiap kategori, membuat kemenangan yang tertunda
beberapa rantai yang luar biasa peristiwa-akhirnya tak terelakkan.
Sayangnya, tidak seperti para pendahulunya, Monty memilih
untuk tidak menindaklanjuti kemenangannya dengan mendorong Jerman keluar dari
Afrika segera,ia menunggu sampai dengan bulan Mei tahun 1943 yang akhirnya
mencapai apa yang seharusnya sudah dilakukan bulan sebelumnya. Tapi Mesir bukan
masalah nyata Monty.
Yang datang kemudian, pertama dengan rencana pendaratan berlebihan
di Sisilia (pasukan Patton mengalahkan Angkatan Darat Inggris dibawah pimpinan
monty untuk Messina meskipun mereka dua kali lebih sedikit jumlahnya), diikuti
dengan upaya menyedihkan untuk menangkap Caen, Perancis pada Hari-H.
(Kota ini tidak diambil hingga 18 Juli 1944, enam minggu
setelah pendaratan pertama.) Lalu ada Operasi Markey Garden pada bulan
September 1944, upaya untuk mengambil tiga jembatan utama di Belanda yang akan
membuat pelarian ke dalam Lembah Ruhr memungkinkan .
Ide bagus, tetapi cukup buruk dalam penerapan, dan hasilnya
6.000 pasukan Inggris di Arnhem menyerah dan jalan buntu sementara yang
berlangsung sampai musim semi berikutnya. Monty punya taktik bagus, hanya saja
ia cenderung terlalu takut ketika dia harus lebih agresif, dan terlalu agresif
ketika kondisi mengharuskannnya bertahan.
10. Field Marshall Erwin Rommel,
Germany

Ini adalah hal yang paling kontroversial sehingga mudah
dipilih sebagai daftar,karena sebuah peristiwa"Desert Fox" .Dalam
pembelaan saya, saya tidak berpendapat bahwa Rommel adalah seorang jendral yang
buruk.
Bahkan, mengingat keadaan ia harus berurusan
dengan-kurangnya pasokan, kondisi yang berat, yang terus-menerus kalah
jumlah-dia melakukan pekerjaan yang luar biasa dikatakan sebagai kesusksesan
Jerman -atau, paling tidak, Jendral yang paling populer.
Plus, fakta bahwa ia terlibat dalam komplotan untuk membunuh
Hitler-meskipun sangat terlambat dalam permainan-membuatnya menjadi pahlawan
bagi kedua belah pihak. Namun, dalam hal pencapaian aktual, mungkin tidak cukup
untuk mengangkat reputasinya.
Sementara komandan agresif dan mampu, ia cenderung kasar,
tidak toleran, unteachable dan mendekati ke titik kenekatan, yang mungkin salah
satu alasan ia dikalahkan oleh Inggris di Afrika Utara tidak hanya sekali,
tetapi dua kali (pertama kalinya di tangan Inggris Jenderal Auchinleck, kedua
kalinya oleh Montgomery) dan akhirnya mendorong pasukan JErman keluar dari
benua itu.
Setelah dia diberi tugas untuk mengamankan garis pantai
Perancis dari invasi sekutu (Tembok Atlantik) ia mengawasi pembangunan bunker
penghalang hebat dan emplacements pistol untuk mencegah kedatangan sekutu di
pantai Normandia pada tanggal 6 Juni 1944 untuk sekitar setengah jam atau
lebih, dengan demikian menunjukkan kesia-siaan tergantung pada pertahanan tetap
untuk menghentikan invasi (pelajaran Jerman harus ingat dari upaya sia-sia
Prancis untuk memegang Garis Maginot pada tahun 1940).
Jelas, tidak semua kesalahan ini murni kesalahan Rommel saat
ia memang harus bekerja di bawah keterbatasan yang ditetapkan kepadanya oleh
der Fuehrer , tapi ketika seseorang menganggap reputasinya yang mendekati
lendaris, tampaknya ia seharusnya mampu berbuat lebih banyak untuk menghentikan
invasi sekutu di Perancis.
9. Admiral Gunichi Mikawa, Jepang

Ini adalah kasus di mana seorang komandan berhasil menikmati
kemenangan besar, sebelum segera menyia-nyiakan kesempatan berharga yang
diberikan kepadanya. Laksamana Mikawa dari Jepang dikenal karena kecerdasan dan
penilaian yang baik ketika ia diasumsikan komando armada 8 Jepang di Rabaul
pada bulan Juli 1942.
Hanya sebulan kemudian, dia memimpin armada yang sama untuk
salah satu kemenangan terbesar angkatan laut Jepang di Perang Dunia Kedua
ketika, selama malam 08-09 Agustus 1942, ia menyelinap ke perairan Guadalcanal
dan mengirim empat kapal sekutu penjelajah ke arah dalam waktu hanya satu jam.
Dalam melakukannya, ia meninggalkan Marinir di Guadalcanal
tanpa perlindungan laut dan membawa jangkar ke pantai. Namun, seperti halnya
kemenangan yang telak-dan pelucutan pasukan Amerika di Guadalkanal-, Admiral
ini tanpa sebab yang yang jelas segera menghentikan serangan itu dan pulang ke
rumah, sehingga menyelamatkan Angkatan Laut AS dari penghinaan lebih lanjut dan
kehancuran.
Laki-laki itu menunjukkan sedikit lebih agresif dengan
menenggelamkan kapal-kapal yang agak rusak, sehingga pihak AS akan terpaksa
mengungsi ke Kepulauan Solomon dan perang akan menjadi lebih panjang, selama
hampir satu tahun.
Ia dikritik oleh atasannya untuk kemoloran waktu, dia
dimutasi ke jabatan dan peran yang lebih kecil selama sisa perang sampai ia
dipaksa pensiun oleh Angkatan Laut Jepang pada Juni 1945, tiga bulan sebelum
perang berakhir.
Bukan seorang perwira yang buruk, tapi seorang perwira dengan
waktu yang buruk.
8. Saddam Hussein, Iraq

Orang tidak biasanya berpikir tentang Jagal dari Baghdad
sebagai pemimpin militer (meskipun dia suka memakai seragam), tetapi untuk dua
puluh empat tahun ia menyebut tembakan di Irak.
Seperti Hitler (lihat No 1) setiap operasi militer itu
diawasi oleh dia secara pribadi dan dengan sangat rinci, meskipun, sekali lagi
seperti Hitler, ia mempercayakan operasi taktis sehari-hari kepada sekelompok
pasukan tidak cakap yang lebih setia daripada dengan kelompok yang cakap dan
ahli di medan tempur
Pertimbangkan bahwa selama pemerintahannya, Saddam mengawasi
tiga konflik besar (invasi ke Iran dan Teluk Persia I & II) konflik
menyeret Iran selama 8 tahun sebelum Saddam akhirnya digugat untuk perdamaian.
pertahanan Kuwait pada tahun 1991 dilakukan pasukan AS dan koalisi hampir
mengorbankan seluruh pasukan sadam belum sementara perang difollow-up sebelas
tahun kemudian (AS memimpin invasi ke Irak pada tahun 2003) biaya dirinya baik.
Mungkin idenya terbaik meyakinkan dunia ia WMD dalam upaya
untuk mencegah invasi, sehingga mendorong penaklukan yang ia hindari. Terburuk,
dia lupa memberitahu jendral sendiri WMDs itu hanyalah bagian dari imajinasi ,
banyak kekhawatiran mereka karena mengandalkan pasukan ahli untuk memperlambat
pasukan Amerika di Baghdad.
Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa tidak ada komandan
militer Amerika pernah memiliki sekutu yang lebih baik daripada dengan Orang
Pemarah dari Tikrit.
7. Jenderal George McClellan, Amerika
Serikat

Sementara ada sejumlah jenderal buruk selama Perang Sipil
Amerika-terutama di sisi Union sayangnya-yang yang biasanya mendapatkan
prestasi karena menjadikan perang lebih lama berlangsung adalah Jenderal Union
George McClellan.
McClellan bukan Jendral terburuk di tentara Union itu
mungkin milik orang-orang seperti Joe Hooker atau Ambrose Burnside-tapi ia
adalah yang paling hati-hati, dalam perang hal itu bisa sama berbahayanya
dengan terlalu berani.
Dalam perintah dari Union Army November, 1861 sampai ia
diberhentikan oleh Lincoln setelah Pertempuran berdarah dan disimpulkan
Antietam pada bulan September, 1862, McClellan terkenal karena mengambil
pendekatan lambat yang mengakibatkan penundaan berkesudahan dan kesempatan
terlewatkan untuk mengatasi pemberontak yang berpotensi memperpendek perang.
Untuk dicatat, beberapa penulis biografinya menulis bahwa
McClellan ragu-ragu untuk berkomitmen dalam pertempuran karena kepedulian
terhadap kehidupan anak buahnya tetapi peluang yang hilang secara potensial
untuk mengalahkan Tentara Konfederasi yang lebih kecil beberapa kali mungkin
menjadi perang berlarut-larut selama bertahun-tahun, benar-benar mengakibatkan
kerugian yang lebih besar , mengingat jika saja dia dan pengalamannya lebih
agresif dalam melakukan penyerangan.
penghinaan pribadi pria itu untuk Lincoln juga tidak
bijaksana (ia pernah menolak untuk menemui presiden ketika ia mengunjungi
rumahnya di Washington, dia mengaku pergi ke tempat tidur dan tidak bisa
diganggu), sedangkan ambisi politiknya dia melawan Lincoln di tahun 1864 pada
pemilu, membuat reputasinya sebagai Pimpinan tentara Union semakin terpuruk
6. Jenderal Robert Georges Nivelle,
Perancis

Douglas Haig adalah Jenderal dari British Expeditionary
Force di Perancis selama Perang Dunia Pertama (lihat no 5.), sedangkan Robert
Nivelle adalah untuk Perancis.
Seorang perwira artileri Perancis yang mengambil komando
Angkatan Darat Perancis pada bulan Desember 1916, ia langsung mulai melakukan
hal yang berarti sangat sedikit, dan hanya duduk menonton anak buahnya dan
pasukan JErman saling membantai satu sama lain dalam skala yang tak
terbayangkan.
Pada Pertempuran Verdun (21 Februari - 18 Desember 1916)
Nivelle memimpin pergerakan tentara Perancis seperti babi melalui sebuah pabrik
sosis, dan menjadikan setengah juta korban tewas dalam pertempuran sebelum
semuanya berakhir. Dan hal itu adalah akibat dari nasib buruk dan perencanaan
yang mentah dari “Nivelle Offensive” pada musim semi tahun 1917 .
yang direncanakan Menjanjikan kemenangan cepat dan akurat
atas Jerman, pada bulan April 1917 Nivelle mengirim lebih dari satu juta
tentara Perancis melawan tentara Jerman yang jumlahnya separo dari psukan
Perancis, tapi malah pasukan perancis dibantai.
Pada saat pemerintah Perancis akhirnya menarik mundur
tentaranya tiga minggu kemudian, lebih dari seperempat juta pasukan Perancis
telah terbunuh atau terluka dan tentara berada di ambang pemberontakan .
Itu dianggap satu-satunya cara untuk mencegah tentara
Perancis lari dari medan peperangan dan mencegah kehancuran total pada tentara
sekutunya, dengan menyerahkan kemenangan ke Jerman secara mutlak.
(Di sisi lain,Jika Jerman menang di musim panas tahun
1917,tidak akan ada Hitler dan tidak ada Perang Dunia Kedua dan sejarah akan mengambil
jalur yang jauh berbeda ) Tidak seperti rekan Inggris-nya, Sir Douglas Haig,
Nivelle tidak kembali pulang sebagai pahlawan tetapi ia menyelinap ke beberapa
pos dalam ekuivalen Tentara perancis di Afrika yang dikirim ke Siberia-untuk
menyelesaikan sedikit sisa dari kariernya.
Dia meninggal pada tahun 1924 dan dimakamkan dengan penuh
kehormatan militer ... dan kemudian segera dilupakan.
5. Jenderal Sir Douglas Haig ,
Inggris

Komandan pasukan Inggris di Perancis selama kekalahan
Pertempuran Somme tahun 1916, Haig memiliki perbedaan dia menjadi komandan yang
menyebabkan kematian terbanyak pasukan Inggris dalam satu hari pada pagi hari
tanggal 1 Juli, 1916 ,60.000 pasukan-20% dari seluruh kekuatan Inggris terbunuh
atau terluka, dalam serangan yang gagal untuk mendapatkan salah satu tujuannya.
Haig, yang selalu optimis Namun, tidak mempertimbangkan
besarnya kerugian korban yang ditimbulkan yang terburuk bahkan dia menulis di
di samping hari buku harian "... korban total ... tidak bisa dianggap
berat mengingat jumlah pasukan yang terlibat, dan jalur panjang kedepan yang
diserang. "
Tentunya, jika di masa ini tulisannya tersebut akan
mengakibatkan pemecatan langsung dari para perwira yang tersinggung, tetapi
berbeda saat itu. Bahkan, Haig akan terus mengawasi pasukan Inggris selama sisa
perang dan bahkan dipromosikan Memimpin sebagai Marshall karena prestasinya.
Di bawah kepemimpinannya , sekitar 800.000 tentara Inggris
pada akhirnya mati. Hebatnya, Haig pulang sebagai pahlawan setelah perang dan
masih dianggap telah menjadi komandan militer yang kompeten sampai hari ini
(kebanyakan oleh orang yang tidak pernah berperang di bawah komandonya, ).
Meskipun tidak ada komandan di kedua pihak selama perang itu
tampak gemilang karena mengakibatkan banyaknya korban, apa yang membuat Haig
menonjol adalah ketidakpeduliannya kepada pembantaian dan keengganan untuk
belajar dari tamparan keras dari bencana yang diderita pasukannya.
4. George Armstrong Custer, Amerika
Serikat

Custer mungkin telah membuat figur pahlawan 1940's di era
Barat, tetapi dalam kehidupan nyata ia adalah pemimpin militer yang seharusnya
menjadi pemimpin pejuang gurun.
Kurang ajar, cerdas, dan secara pribadi berani, melepas yang
besar adalah ketidakpeduliannya untuk kesejahteraan dan keselamatan para
bawahan atau tentaranta.
(Sebagai salah satu Jenderal termuda di Union Army selama
Perang Saudara, unit kavaleri-nya memiliki tingkat korban tertinggi dari setiap
di Angkatan Darat). Dia juga bersikap buas ketika berurusan dengan orang
Indian, ia akan menyembelih mereka tanpa penyesalan.
kesembronoannya akhirnya menjadikannya tertangkap, ketika ia
memimpin Kavaleri ke-7 yang terkenal itu mengalami bencana di Little Big Horn
pada bulan Juni 1876,ia kehilangan hampir seluruh komandannya dalam perjalanan
beberapa jam ketika dia menyerang sebuah perkemahan India dengan beberapa ribu
prajurit Lakota di dalamnya, di Cheyenne Utara, dan Arapaho .
Entah bagaimana, ia menjadi legenda sebagai hasil dari
bencana-terutama melalui upaya tak kenal lelah dari istrinya, Libbie, yang
kemudian berbicara atas namanya pada sisa hidupnya-dengan pepatah lama sehingga
orang Amerika cenderung untuk menghormati kekalahan mereka( seperti Little Big
Horn, the Alamo, Pearl Harbor, 9/11) lebih dari kemenangan mereka.
Sementara dia dipuja sebagai martir oleh jutaan orang
Amerika selama beberapa generasi, Custer tidak bernasib baik dengan sejarawan
akhir-akhir ini, yang telah datang untuk mengungkitnya demi untuk mencari
publisitas pribadi, sebagai pembenci India, tukang jualan nyawa yang ambisius ,
dan menumpulkan reputasinya secara umum.
Apakah dia layak dicemooh? Tanyakan saja pada salah satu
dari 267 orang yang meninggal bersama dia (belum lagi ratusan penduduk asli
Amerika yang dia sembelih).
3. Douglas MacArthur Amerika Serikat

Mungkin dia Pahlawan bagi Amerika dari Teater Pasifik dan
dalang Landings Inchon..
Tapi Tidak jika Anda melihat catatan perangnya. Start with
his incoherent strategy to defend all of the Philippines that ended in the
disastrous surrender at Bataan in April of 1942 (the largest mass surrender of
American troops in US history).
DiMulai dengan strategi koheren untuk membela rakyat
Filipina yang berakhir pada bencana saat pasukannya menyerah di Bataan pada
bulan April tahun 1942 (penyerahan massa terbesar tentara Amerika dalam sejarah
AS).
Diikuti dengan ego antagonis yang membuatnya sering tidak
dapat bekerja dengan Australia membela New Guinea dan keputusan gila yang
menyarankan untuk menyerang Peleliu (basis Jepang tidak memiliki nilai
strategis langsung dengan 10.000 pasukan AS menjadi korban dan mengambil dua
bulan untuk mengendalikannya).
Kemudian ada desakan bahwa Roosevelt menyerang
Filipina-meskipun kepulauan filipina tidak memiliki nilai cukup strategis
sehingga ia bisa menepati janjinya kepada orang-orang Pilipino bahwa ia
"akan kembali" (seolah-olah mereka peduli).
Operasi di Teluk Leyte mengambil begitu banyak dalam hal
aset militer yang menjadikan Doug seorang diri membuat perang lebih panjang
beberapa bulan. Tapi bagaimana Korea, Anda bertanya? Bukankah dia dalang di
balik pendaratan Inchon yang memecahkan barisan belakang Tentara Korea Utara
dan kemenangan(hampir) bisa dipastikan di semenanjung itu?
Ya , tetapi mengingat Inchon dipertahankan oleh hanya sebuah
garnisun kecil dari sisa pasukan Korea yang sedang terkunci dalam pertempuran
dengan pasukan PBB sekitar Pusan, yang berarti bahwa hanya komandan yang paling
buruk yang akan gagal untuk mengambil alihnya.
Itu yang terjadi kemudian, bagaimanapun, dimana Doug
menunjukkan sifat sejati; mengabaikan laporan intelijen bahwa satu juta pasukan
Cina yang berkumpul di sepanjang perbatasan Korea siap untuk menyerang,
tiba-tiba dia menemukan dirinya dikuasai oleh Mao dan terpaksa mundur 38
derajat.
Hanya saja kala itu dia dipimpin Truman (mungkin keputusan
terbaik Truman sebagai Presiden) dan (penggantinya) Jenderal Ridgeway, rencana
taktisnya membuat Korea luput dari menjadi antek soviet lain di masa mendatang.
Oke, ia adalah seorang gubernur militer yang layak di Jepang
setelah mereka menyerah dan terus Rusia keluar dari Jepang, tapi di luar itu,
tidak banyak yang dapat dikatakan baginya, baik sebagai seorang jenderal atau
seseorang.
penilaian yang tidak adil?
Pertimbangkan bahwa dia berhasil melobi Kongres untuk
membuat mereka memberikan penghargaan kepadanya Medal of Honor untuk pertahanan
tidak layaknya Filipina pada tahun 1942.
2. Antonio Lopez de Santa Anna,
Mexico

karakter yang berwarna-warni ini seharusnya tidak diletakkan
pada seragam Jendral Meksiko (atau seragam militer). Setiap kali dia lakukan,
hal buruk selalu terjadi pada tentara malang di bawah komandonya.
Ya, dia mengambil alih Alamo tahun 1836 (kehilangan dua kali
lebih banyak pasukan daripada lawannya pasukan Texas),tapi ia kehilangan
seluruh pasukan dan ditangkap di San Jacinto hanya beberapa minggu kemudian
dalam Pertempuran yang berlangsung selama lima belas menit.
Masih populer di Meksiko (Santa Anna suka menganggap dirinya
sebagai "Napoleon dari Barat"), setelah pengasingan singkat ia
kembali ke rumah untuk memerintahkan sekali lagi Angkatan Darat Meksiko yang
bertugas mendorong kekuatan Perancis dengan personel kecil keluar dari
Veracruz.
Dia kalah dalam pertempuran, juga kaki, yang mengakibatkan
orang-orang Meksiko terpaksa menyerah kepada Prancis, tetapi ia kembali ke
rumah-dengan kaki palsu prostetik dari gabus di belakangnya-menjadikannuya
lebih populer dari sebelumnya.
Setelah bertugas pendek sebagai diktator (dia melayani dalam
kapasitas ini beberapa kali selama karir nya) ia sekali lagi menjabat sebagai
kepala Angkatan Darat Meksiko seperti yang berulang kali terjadi , ia
dikalahkan oleh pasukan Amerika selama Perang Meksiko-Amerika 1846.
(Selama perang kaki palsunya direbut oleh pasukan Amerika
dan dipamerkan.) Pulang ke rumah untuk Meksiko setelah bermasib naas sebagai
ahli strategi militer, Santa Anna sekali lagi mengambil alih pemerintah dan
menghabiskan beberapa tahun berikutnya,sebelum rakyatnyag akhirnya bosan dan
membuatnya melarikan diri ke pengasingan ke Kuba pada tahun 1855.
Jelas Santa Anna di mata orang-orang Meksiko adaalah seorang
pria menjadi bencana pada militer dan politik, namun ia tetap populer di mata
jutaan orang Meksiko selama bertahun-tahun..
1. Adolf Hitler, Jerman

Banyak mungkin akan terkejut melihat der Fuehrer pada daftar
pemimpin militer gagal, terutama karena ia bukan perwira militer.
Namun, ini adalah daftar tentang kegagalan pemimpin-yang
tidak selalu menjadi perwira, mengingat perannya dalam memastikan kekalahan
yang sudah lama ditunggu Jerman dalam Perang Dunia II-membuat dia berada paling
atas pada daftar.
Meskipun benar bahwa Hitler tidak pernah memerintahkan
tentara di lapangan, dalam tiga tahun terakhir dari perang ia semakin mengambil
alih kontrol sehari-hari pasukannya, mengatakan jendral mana dan kapan untuk
menyerang dan kemudian menolak untuk permintaan mereka untuk mundur ketika
kekalahan tak terelakkan.
Sementara ia meninggalkan rincian taktis saat
mememerintahkan tentaranya, ia menetapkan tujuan strategis, mengawasi alokasi
sumber daya, dan semua tapi mengemudikan tank pertama ke setiap pertempuran
setelah 1943, memastikan bahwa tidak peduli seberapa baik Jerman bertempur,
mereka pasti akan kalah.
Selain itu, ini adalah perbedaan terbesar antara Hitler dan
musuhnya, Joseph Stalin, Stalin tahu dia bukan seorang ahli strategi militer
dan membiarkan Jenderalnya mengambil keputusan selama pertempuran.
Hitler, dengan asumsi waktunya yang dihabiskan di parit
Perancis dalam Perang Dunia I membuatnya menjadi ahli,tapi tidak pernah
memperhitungkan kerugiannya dan kerugian seluruh generasi german di masa-masa
mendatang
Langganan:
Postingan
(
Atom
)